For Your Information : 08/01/2011 - 09/01/2011

Iklan

Monday, August 15, 2011

Nuzulul Quran

Pada salah satu malam di bulan Ramadhan yang mulia ini, diturunkan wahyu pertama al-Quran.  Malam itu yang disebut malam Nuzulul Quran. Kata nuzul dalam bahasa Arab berarti sebuah proses turunnya sesuatu dari yang metafisik kepada sesuatu yang fisik. Maka, Nuzulul Quran berarti proses turunnya Alquran dari yang metafisik, yaitu Allah s.w.t. menuju yang fisik yaitu Rasulullah Muhammad saw.

Ada perbedaan pendapat seputar tanggal atau waktu turunnya al-Qur’an tersebut. Ada yang meriwayatkan bahwa Nuzulul Qur’an terjadi pada tanggal 17 ramadhan, ada pula yang mengatakan 21, dan adapula yang berpendapat tanggal 23, 24 dan seterusnya. Perbedaan pendapat tersebut karena memang tidak ada keterangan resmi yang datang dari baginda Rasulullah saw mengenai kapan tepatnya tanggal diturunkannya al-Qur’an tersebut. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menuliskan, bahwa terdapat kurang lebih 40 pendapat ulama seputar kapan Nuzulul Qur’an tersebut.

Lalu bagaimana sejarahnya, kenapa kita dan khususnya masyarakat muslim Indonesia memperingati Nuzulul Qur’an ini pada tanggal 17 ramadhan seperti saat sekarang.? Ternyata jika kita membaca sejarah bangsa kita, peringatan Nuzulul Qur’an yang jatuh pada tanggal 17 ramadhan ini tidak lepas dari gagasan H. Agus Salim dan persetujuan Bung Karno (Presiden RI pertama). Seperti yang kita maklum bahwa bangsa kita mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Maka sebagai rasa syukur yang tiada terhingga atas nikmat kemerdekaan ini pula, maka perayaan Nuzulul Qur’an disamakan tanggalnya yaitu sama-sama mengambil angka 17 bulan ramadhan. Seakan-akan para fouding fathers kita hendak mengatakan bahwa, mensyukuri nikmat kemerdekaan, tidak kalah dengan mensyukuri nikmat turunnya al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman ummat Islam. Maka mulai saat itu - di zaman Bung Karno - sampai sekarang peringatan Nuzulul Qur’an senantiasa diperingati di istana Negara pada tanggal 17 Ramadhan dan kerap diikuti oleh sebagian besar ummat muslim di Indonesia. Ketrangan lebih detail dapat dilihat di buku “Bung Karno dan Wacana Islam” (Kenangan 100 Tahun Bung Karno).

Mengapa begitu penting memperingati preistiwa Nuzulul Quran?  karena Al-Quran adalah kitab hidayah atau petunjuk bagi seluruh alam. Kandungan Al-Quran memang bermacam-macam, ada cerita, geografi, sejarah, fisika, kedokteran dan lain-lain, namun itu semua berfungsi sebagai pendukung dan penjelasan untuk menuju kepada satu tujuan, yaitu hidayah atau petunjuk Allah kepada umat manusia.
Terdapat beberapa syarat agar kita dapat menemukan hidayat yang dimaksud oleh Allah swt dalam kandungan yang terdapat dalam al-Qur’an.

Yang pertama: Kita harus terlebih dahulu membaca al-Quran tersebut secara seksama, hal ini sebagaimana pesan wahyu pertama dalam surat al-Alaq, yang berbunyi (Iqra’) atau bacalah.!  

Yang kedua: Kita harus memahami isi dan kandungan yang terdapat dalam surat dan ayat yang kita baca tadi.  Hal ini disebabkan membaca saja tidak cukup untuk mengetahui rahasia kandungan dan maksud yang Allah maksud dalam al-Qur’an tersebut.

Yang ketiga: Setelah kita memahami isi dan kandungan al-Qur’an barulah kita mengajarkan kepada orang lain, agar orang lain pun dapat membaca dan memahami al-Quran secara baik.  Sebagaimana hadits nabi yang diriwatkan oleh Usman bin Affan ra. dari Nabi saw. ia bersabda; "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain".(Bukhari). Al hafiz Ibnu Katsir dalam kitabnya Fadhail Quran halaman 126-127 berkata: Maksud dari sabda Rasulullah saw. "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkan kepada orang lain" adalah, bahwa ini sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengikuti dan meneladani para rasul. Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain. Hal itu merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka dan yang menular kepada orang lain.

Yang keempat: Mengamalkan ajaran dan kandungan yang terdapat dalam al-Qur’an. Pada tahap pengamalan inilah yang sangat berat, sebab pengetahuan yang didapat akan tidak berguna jika tidak dibarengi dengan pengamalan dalam prilaku dan perangai kita setiap harinya.
Semoga dengan momentum Nuzulul Qur’an ini, kita dapat tergugah untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mengejar hidayah Allah tersebut. Tentunya hidayah yang diharapkan tidak sekedar hidayah spiritual, namun hidayah yang komprehensif meliputi semua aspek kehidupan  kita. Itulah inti yang terkandung dalam kalimat “iqra' bismirabbika”, bacalah dan pelajarilah semua aspek kehidupan ini dengan nama Tuhanmu dan melalui petunjuk-pertunjuk yang diberikan oleh Tuhanmu.

Ustadz Muladi Mughni, MA

Tuesday, August 9, 2011

Father's Painter Future of Children.

Ayah adalah pelukis kehidupan anaknya, dan akan menjadi bagian penoreh sejarah kehidupannya. Bahkan keberhasilan anak yang menoreh sejarah yang hebat, akan melibatkan peran ayah sebagai guru bagi anaknya. Setiap gores pena kehidupan seorang ayah akan menampilkan bentuk kehidupan yang akan dimiliki oleh anaknya kelak.

Masa muda bagi anak adalah masa yang menyenangkan, masa mereka melihat hal yang baru, dan mencobanya. Masa mereka mulai untuk mandiri memapaki jalan hidupnya sendiri. Masa seorang anak mulai melakukan sesuatu yang mirip dengan apa yang dapat dilakukan oleh ayahnya. George Bernard Shaw mengatakan bahwa “Masa muda adalah masa terindah; sayang sekali orang muda suka menyia-nyiakannya.” Ayah adalah pengantar anak-anaknya untuk menghadapi masa muda dengan hal-hal yang dapat mendatangkan manfaat. Prinsip berbagi manfaat yang diajarkan Al-Quran kepada kita adalah, kebaikan yang dilakukan kepada orang lain, pada akhirnya akan kembali kepada pelakunya sendiri. Kitalah yang akan lebih banyak menerima manfaat daripada orang yang menerima pertolongan kita.

Allah SWT berfirman di surat Al-Isra’ ayat ke-7.

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,”(QS. Al-Isra’[17]:7)

Karya monumental terbesar dari seorang ayah dalam hidupnya adalah ketika ia mampu membentuk anak-anak yang kuat dan soleh yang bermanfaat bagi ummat ini. Mereka menjadi muslim yang kuat dan kokoh, menjadi duta masyarakatnya dengan ilmu yang dimilikinya. Dari sahabat Abu Hurairah RA, Bersabda Rasulullah SAW, “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”(HR. Muslim)

Allah SWT berfirman di surat An-Nisa yang ditujukan kepada orang tua,

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”(QS. An-Nisa[4]:9)

Dalam tafsirnya Ibnu Katsir mengatakan Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu ‘Abbas RA, ”Ayat ini berkenaan dengan seorang laki-laki yang meninggal, kemudian seseorang mendengar ia memberikan wasiat yang membahayakan ahli warisnya, maka Allah SWT memerintahkan orang yang mendengarkannya untuk bertakwa kepada Allah serta membimbing dan mengarahkannya kepada kebenaran.”

Keberhasilan masa depan anak bukan karena umur atau kemampuan terbatas yang dimilikinya. Ayahnya harus mampu mengayunkan kuas di atas kain kanvas. Kecantikan lukisan dibentuk dari beberapa ayunan kuas yang banyak, mereka seirama dan saling mengisi. Perpaduan warna yang indah disertai gradasi warna yang anggun membentuk pelangi di langit. Warna biru dan putih membentuk warna air di laut lepas. Warna hijau membentuk suasana pepohonan yang berjajar terlihat anggun. Semua goresan kuas sang ayah membentuk semua warna kehidupan si anak. Menari-nari mengikuti irama kehidupan.

Masih ingat cerita kesuksesan penyanyi Susan Boyle? Seorang ibu warga negara inggris yang sudah berumur 47 tahun. Ia ingin merubah nasib hidupnya dengan mengikuti kontes Britains Got Talent tahun 2009. Hari itu adalah tepat hari sabtu tanggal 11 April. Ibu yang bakatnya diketahui oleh jagad raya setelah berumur 47 tahun ini, akhirnya di babak final memang kalah dengan kelompok anak muda yang menampilkan tarian mirip breakdance. Akan tetapi semangat perubahan, tidak mengenal lelah, dan indahnya alunan suara yang keluar dari mulutnya, membuat para hadirin terpana. Membuat inspirasi para ibu-ibu usia senja di belahan dunia. Bahkan ada seorang juri yang berdiri dan membuka mulutnya seakan-akan ingin mengucapkan Wow! Fantastic! Tahukah anda, respon pertama kali dari orang-orang yang berada digedung Britains Got Talent ketika ia tampil di podium dan ditanya oleh dewan juri, berapa umur anda?  Jawabannya yang jujur 47 tahun, membuat para hadirin yang melihat penampilan seorang ibu normal seperti ibu rumah tangga kebanyakan sedikit meragukan kemampuan talennya. Mana mungkin ibu ini sanggup bersaing dengan rifal-rifal lainnya, batin para hadirin.

Semua orang tahu, bahwa Britains Got Talent adalah kancah anak-anak muda berbakat yang ingin menduniakan bakatnya. Melejitkan kemampuannya untuk menjadi artis dunia. Mereka harus melalui beberapa babak yang sulit untuk bisa tampil di depan dewan juri. Tidak jarang mereka harus berlatih keras berbulan-bulan untuk tampil sebagai peserta yang muncul di layar tv. Terlihat dari kaca tv pada saat itu dari kursi hadirin, beberapa anak perempuan muda yang menampilkan mimik wajah meragukan dan bahkan terlihat mencemohkannya ketika mendengar jawaban Susan bahwa ia berumur 47 tahun! Mereka saling berpandangan seakan-akan tidak percaya seorang ibu berumur 47 tahun berani tampil dalam acara yang sangat sulit untuk menang ini. Tahukah anda Susan berhasil melejitkan bakatnya pada usia 47 tahun? Dan sekarang ia menjadi jutawan dan orang terkenal dalam usia senjanya. Menjadi orang yang ditulis di media-media internasional sebagai ibu yang berhasil dalam karir senjanya.

Tahukah anda apa yang diucapkan oleh Susan ketika ia berhasil dalam kontes talennya?

"I don't believe it! I don't believe it! "

Semua orang termasuk seorang ayah kepada anaknya, terkadang tidak mengira bahwa dengan bakat yang dianggap kecil, dapat merubah semua jalan hidupnya. Akan tetapi ketika lukisan sang ayah berhasil diselesaikannya dengan baik, maka seorang ayah dan anak akan menemukan bakat anak yang dimilikinya. Bukan saja bakat! bahkan kesuksesan hidup anaknya. InsyaAllah.

Mengantarkan anak menemukan kesuksesan dirinya adalah tugas mulia seorang ayah. Memunculkan kesuksesan pada diri anak adalah suatu proses yang terkadang tidak pendek. Tidak mustahil akan ditemukannya pada saat anak sudah berumur dan ayah menjelang umur kematian. Proses penemuan ini memerlukan ketekunan dan kekuatan kesabaran dari orang tuanya, khususnya adalah ayahnya. Karena itu dalam melukis masa depan anak, bagi seorang ayah ada tiga bekalan yang tidak boleh ditinggalkannya, yaitu sabar, sabar dan sabar. Kesabaran itu terkadang pahit, akan tetapi manis buahnya. Kesabaran  seprti yang dimiliki oleh Nabiullah Ya’kub AS ketika menghadapi kejahatan kakaknya Yusuf AS dan hilangnya anak tercinta, Yusuf AS. Kesabaran Ya’kub AS ini diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al-Quran surat Yusuf ayat 18.

وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

“Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya'qub berkata: ‘Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan’”. (QS. Yusuf[12]:18)

Pengetahuan akan kebenaran dari seorang nabi tidak menjadikan Ya’kub AS menghardik anak-anaknya. Ya’kub AS tahu bahwa walaupun ia mengatakan bahwa anak-anaknya semua adalah pembohong dan sesungguhnya telah membuang Yusuf AS, tetap saja anak-anaknya tidak akan mengakuinya. Pengetahuan kenabian yang tidak diketahui oleh anak-anaknya, tidak menyebabkan Ya’kub AS membela pendapatnya, “Pokoknya kamu salah, dan aku tahu aku yang paling benar.” Akan tetapi Nabiullah Ya’kub AS justru menguatkan kesabaran dengan mengucapkan, “maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku).” Subhanallah. Seorang tipe ayah yang tetap dengan kebenaran dan kesabaran walaupun sulit menunjukkannya langsung kepada anak-anaknya. Akan tetapi semua ini akan dijawab oleh Allah SWT yang mengetahui dan mengatur segala sesuatu yang terjadi di jagad raya ini.

Thursday, August 4, 2011

Jadwal Haul


1.      Habib Hadi Bin Abdullah Al-Haddar Minggu, 1 Muharram Lateng Banyuwangi

2.      Fakhrul Wujud Syekh Abubakar Bin Syalim Muharram Cidodol Jakarta Selatan

3.      Habib Abubakar Bin Husein Assegaf 27 Muharram Bangil Pasuruan

4.      Habib Husein Bin Hadi Al-Hamid 12 Shafar Brani Probolinggo

5.      Habib Abdullah Bin Ali Al-Hadad 27 Shafar Bangil Pasuruan

6.      Habib Hasan Bin Muhammad Al-Hadad Shafar Minggu Terakhir Kota Jakarta Utara

7.      Do’a Tolak Bala dan Maulid di Ma'had Darul Hadist Alfagihiyah Shafar Rabu Terakhir Alun2 Malang

8.      Habib Abdul Qadir Bib Alwi Assegaf Rabiul Awal, Minggu Pertama Tuban

9.      Maulid di Makam Habib Ahmad Al-Hadad Rabiul Awal Minggu Pertama Sore (Habib Kuncung Kalibata

10.  Habib Ali Bin Husein Al-Atthas Rabiul Awal, Selasa Terakhir Buluh Condet

11.  Habib Abdullah Bin Muchsin Al-Atthas. (Selasa malem Maulid, Rabu pagi Haul) Rabiul Awal Rabu Terakhir Empang bogor

12.  Maulid di Habib Abubakar Assegaf Rabiul Awal Jum’at Pertama Gresik

13.  Maulid di Habib Muhammad Al-Aydrus Rabiul Awal Jum’at Pertama Ketapang Kecil Surabaya

14.  Habib Ali Bin Abdulrahman Al-Habsyi (Rabu sore Ziarah, Kamis sore maulid) Rabiul Awal Rabu Terakhir Kwitang Jakarta Pusat

15.  Maulid di Darul Aitam Rabiul Awal Jumat Pagi Tanah Abang Jakarta

16.  Habib Muhsin Bin Muhammad Al-Atthas (Haul & Maulid) Rabiul Awal Sabtu Pagi Alhawi Condet Jakarta

17.  Maulid di Habib Ahmad Al-Atthas 15 Malam Rabiul Awal Pekalongan

18.  Habib Salim Bin Ahmad Bin Jindan Rabiul Awal Senin Sore Otista JakTim

19.  Maulid di Habib Abdurahman Assegaf Rabiul Awal Minggu Pagi Al Busro Citayam

20.  Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi (Simthuduror) 20 Rabiul Tsani Gurawan Solo

21.  Habib Muhammad Bin Idrul Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya

22.  Habib Muhammad Bib Ahmad Al-Muhdhor 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya

23.  Habib Abubakar Bin Syofi Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya

24.  Habib Idrus Bin Abubakar Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya

25.  Habib Umar Bin Abdulrahman Al-Atthas 23 Rabiul Tsani Petamburan Jakarta

26.  Habib Alwi Bin Salim Al-Aydrus 23 Rabiul Tsani Tanjung Malang

27.  Habib Umar Bin Hud Al-Atthas 29 Rabiul Tsani Cipayung Jawa Barat

28.  Habib Muhammad Bin Husein Al-Aydrus Jumadil Awal Kamis Terakhir Ketapang Kecil Surabaya

29.  Habib Ahmad Bin Abdullah Al-Aydrus JumadilAkhir Minggu Pertama Benhil Jakarta Pusat

30.  Habib Husein Bin Muhammad Al-Haddad JumadilAkhir Sabtu Ketiga Ampel Surabaya

31.  Habib Ja’far Bin Syekhon Assegaf Jumadil Akhir Minggu Ketiga Masjid Jami’ Pasuruan

32.  Habib Abdul Qodir Bin Ahmad Bilfaqih Jumadil Akhir Minggu Terakhir Alun-alun Malang

33.  Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bilfaqih Jumadil Akhir Minggu Terakhir Alun-alun Malang

34.  Habib Muhammad Bin Thohir Ba’bud Rajab Minggu Pertama Ds.Paleng Ploso Kediri

35.  Khataman Bukhari di Habib Ahmad Al-Atthas 12 Rajab Pekalongan

36.  Khataman Bukhari di Masjid Al-Hawi 26-27 Rajab Condet Cililitan Jakarta

37.  Khataman Bukhari di Habib Abubakar Assegaf Rajab Jum’at Terakhir Grasik Surabaya

38.  Habib Syeh Bin Salim Al-Atthas 27 Rajab Tipar Sukabumi

39.  Habib Muhdor Bin Muhammad Al-Muhdor 29 Rajab Bondowoso

40.  Habib Balawi, Al-Syathiri, Al-Qudsi 10 Sya’ban Kp.Bandan Jakarta Utara

41.  Habib Ahmad Bin Tholib Al-Atthas 14 Sya’ban Pekalongan

42.  Habib Muhammad Bin Thohir Al-Haddad 15 Sya’ban Tegal

43.  Habib Muhammad Bin Abdulrahman Assegaf 16 Pagi Sya’ban Indramayu Jawa Barat

44.  Habib Ali Bin Abdulrahman Al-Habsyi (Ziarah dimakam Habib Ali, Besoknya Haul) Sya’ban Sabtu Ketiga Kwitang Jakarta Pusat

45.  Habib Salim Bin Thoha Al-Haddad Sya’ban Jum’at Terakhir Damai Kalibata

46.  Habib Ahmad Bin Alwi Al-Haddad Sya’ban Minggu terakhir Rawajati Kalibata

47.  Habib Syech Bin Ahmad Bafaqih Syawal Kamis Kedua Boto Putih Surabaya

48.  Habib Umar Bin Ja’far Assegaf 5 Syawal Cibeduk Tapos Jawa Barat

49.  Habib Sholeh Bin Muchin Al-Hamid Syawal Minggu Kedua Tanggul Jember

50.  Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih Syawal Sabtu Terakhir Ds. Tempel Yogyakarta

51.  Habib Husein Bib Abubakar Al-Aydrus Syawal Minggu Terakhir Luar batang Jakarta Utara

52.  Majlis Burdah Habib Muhammad Al-Aydrus Syawal Kamis Kedua Ketapang Kecil Surabaya

53.  Habib Alwi Bin Muhammad Assegaf 10 Dzulhijah Gresik Kota Surabaya

54.  Habib Abubakar Bin Muhammad Assegaf 17 Dzulhijah Masjid Jami’ Gresik

55.  Habib Harun Bin Abdullah Baharun 17 Dzulhijah Sumur Songo Gresik