For Your Information : 05/01/2022 - 06/01/2022

Iklan

Wednesday, May 11, 2022

FIFA World Cup Qatar 2022


Piala Dunia FIFA 2022
 adalah Piala Dunia FIFA ke-22 yang putaran finalnya berlangsung di Qatar. Ini adalah pertama kalinya Qatar menyelenggarakan turnamen ini. Turnamen sepak bola internasional empat tahunan yang diikuti oleh tim nasional sepak bola pria asosiasi anggota FIFA.

Turnamen ini diselenggarakan di Qatar pada Tahun 2022. Ini akan menjadi Piala Dunia pertama yang pernah diadakan di Timur Tengah dan yang pertama di negara mayoritas Muslim. Piala Dunia 2022 ini juga akan menjadi Piala Dunia kedua yang diadakan sepenuhnya di Asia setelah Piala Dunia FIFA 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Selain itu, turnamen ini akan menjadi yang terakhir yang melibatkan 32 tim, pada periode selanjutnya (yaitu pada Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara).

Ini juga akan menandai Piala Dunia pertama yang tidak akan diadakan pada bulan Mei, Juni, atau Juli; Piala Dunia kali ini akan dijadwalkan pada akhir November hingga pertengahan Desember. Piala Dunia kali ini akan dimainkan dalam jangka waktu yang sekitar 28 hari, dengan final diadakan pada 18 Desember 2022, yang juga merupakan Hari Nasional Qatar.

Tahapan pemilihan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018 dan 2022 dimulai sejak Januari 2009, di mana asosiasi nasional memiliki waktu hingga 2 Februari 2009 untuk mendaftarkan diri. Pada awalnya, tujuh negara mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018, tetapi Meksiko kemudian mengundurkan diri. Penawaran Indonesia ditolak oleh FIFA pada Februari 2010 karena tidak adanya dukungan tertulis dari pemerintah.Selama proses pemilihan, negara-negara non-UEFA secara bertahap mundur dari pemilihan tuan rumah 2018, sementara negara-negara UEFA mundur dari pemilihan tuan rumah 2022. Sehingga, tersisa lima penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022: Australia, Jepang, Qatar, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Dua puluh dua anggota Komite Eksekutif FIFA bertemu di Zürich pada 2 Desember 2010 untuk memberikan suaranya dalam memilih tuan rumah kedua turnamen tersebut.

Hasil pemungutan suara secara lengkap adalah sebagai berikut:

Calon tuan rumah

Suara

Putaran I

Putaran II

Putaran III

Putaran IV

 Qatar

11

10

11

14

3

5

6

8

4

5

5

Tersingkir

Jepang

3

2

Tersingkir

Tersingkir

1

Tersingkir

Tersingkir

Tersingkir

Pada 12 April 2018, CONMEBOL meminta agar FIFA menambah kuota Piala Dunia FIFA 2022 dari 32 menjadi 48 tim, untuk penyelenggaran Piala Dunia sebelum edisi 2026 akan direncanakan seperti sebelumnya. Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan kesediaannya untuk mempertimbangkan permintaan tersebut. Namun, kongres FIFA menolak permintaan tersebut sesaat sebelum dimulainya Piala Dunia FIFA 2018. Infantino mengatakan badan pengatur sepak bola global tidak akan membahas kemungkinan Piala Dunia yang beranggotakan 48 tim, dan bahwa mereka pertama-tama akan membahas masalah tersebut dengan negara tuan rumah.

Pada bulan Maret 2019, "studi kelayakan FIFA" menyimpulkan bahwa ada kemungkinan untuk menambah kuota turnamen menjadi 48 tim, meskipun dengan bantuan "satu atau lebih" negara lain dan "dua hingga empat tempat tambahan." FIFA juga mengatakan bahwa "sementara itu tidak dapat mengesampingkan tindakan hukum dari kehilangan hak tuan rumah dengan mengubah format [turnamen], studi mengatakan 'menyimpulkan bahwa risikonya rendah." FIFA dan Qatar kemungkinan akan memeriksa bersama proposal untuk diajukan ke Dewan FIFA dan Kongres FIFA pada Juni 2019. Seandainya proposal bersama diajukan, asosiasi anggota FIFA akan memberikan suara pada keputusan akhir di Kongres FIFA ke-69 di Paris, Prancis pada 5 Juni 2019. Namun, pada 22 Mei 2019, FIFA mengumumkan tidak akan menambah kuota turnamen.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, semua 210 anggota FIFA awalnya telah mengikuti kualifikasi ini, semua tim nasional telah mendaftar untuk persiapan kompetisi dan semua negara telah terbebas sanksi dari FIFA.

Proses kualifikasi ini awalnya dimulai pada 6 Juni 2019 dengan pencetak gol pertama yaitu Norjmoogiin Tsedenbal dari Timnas Mongolia. Tidak seperti periode sebelumnya, periode Piala Dunia kali ini babak kualifikasi tidak akan diadakan drawing oleh FIFA, melainkan diadakan oleh setiap Konfederasi masing-masing, dikarenakan jadwal yang berbeda.

Proses kualifikasi sempat mengalami kendala di tengah jalan. Kendala yang pertama, pada 9 Desember 2019, Badan Anti-Doping Dunia melarang Rusia berlaga selama empat tahun dari semua acara olahraga utama, setelah RUSADA ditemukan melanggar, karena menyerahkan manipulasi data laboratorium kepada penyelidik. Setelah tiga tahun berselang, FIFA memberi sanksi kepada Rusia karena alasan politis terkait invasi Rusia ke Ukraina, dengan adanya sanksi ini maka Rusia dilarang mengikuti semua kompetisi resmi FIFA dan dicoret dari porses kualifikasi Piala Dunia edisi 2022.

Kendala yang kedua, yaitu mulai merebaknya pandemi Covid-19 di seluruh dunia pada awal tahun 2020-an. Akibatnya, banyak konfederasi yang memilih menunda pertandingan kualifikasi dalam kurun beberapa bulan. Selain itu, karena dampak pandemi Covid-19 ini, Timnas Korea Utara justru mengundurkan diri dari proses kualifikasi zona konfederasi AFC, alasan pengunduran diri ini karena pimpinan tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un ingin menjamin keselamatan dan kesehatan para pemain Timnas Korea Utara yang menjadi bagian dari warga negaranya agar tidak terjangkit virus Covid-19. Alih-alih mengundurkan diri karena hal tersebut, justru Timnas Korea Utara dikeluarkan oleh FIFA pada kualifikasi Piala Dunia edisi 2022.

Tidak seperti konfederasi lainnya, Konfederasi Sepak Bola Oceania (OFC) justru melakukan proses kualifikasi di luar wilayahnya, yaitu tepatnya di Doha, Qatar.

Setelah beberapa bulan tertunda akibat pandemi covid-19, proses kualifikasi Piala Dunia edisi 2022 dimulai kembali pada November 2021 dan prosesnya masih berlangsung hingga berakhir pada bulan Juni 2022 mendatang.

Per 31 Maret 2022, sebanyak 29 tim nasional telah lolos kualifikasi untuk tampil di putaran final, dengan 22 diantaranya pernah tampil pada edisi 2018. Qatar satu-satunya tim penampil perdana pada putaran final Piala Dunia FIFA, menjadikan mereka tim tuan rumah pertama dengan penampilan perdana sejak Italia pada 1934. Putaran final 2022 menjadi edisi Piala Dunia FIFA untuk pertama kalinya tanpa tim penampil perdana yang lolos lewat kualifikasi.

Kanada kembali lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA setelah 36 tahun lamanya semenjak penampilan perdana mereka pada edisi 1986. Sementara Belanda, Ekuador, Ghana, Kamerun, dan Amerika Serikat tampil kembali ke putaran final setelah absen 8 tahun semenjak penampilan terakhir mereka pada edisi 2014.

Untuk yang kedua kalinya, tim unggulan Italia gagal lolos secara beruntun semenjak Piala Dunia edisi 2018, kegagalan ini disebabkan karena takluk dari Makedonia Utara 1-0 pada kualifikasi putaran pertama zona konfederasi UEFA. Namun, pada akhirnya Makedonia Utara kalah 0-2 atas Portugal dan Portugal lolos ke putaran kedua kualifikasi jalur C. Sama halnya dengan Italia, tim unggulan Chili juga gagal lolos ke Piala Dunia karena jumlah poin yang mereka peroleh kurang cukup berada di peringkat empat besar klasemen kualifikasi dari sepuluh negara tim anggota zona konfederasi CONMEBOL.

Dua tim juara dari jalur babak play-off antar konfederasi dan tim juara jalur A dari konfederasi UEFA masih belum diketahui saat pengundian. Alasannya, untuk dua tim juara dari jalur babak play-off antar konfederasi hasilnya akan diketahui pada bulan Juni 2022 mendatang. Sedangkan untuk tim juara tersisa dari konfederasi UEFA babak play-off jalur A masih belum diketahui, yang dimana pertandingan kualifikasi Ukraina melawan Skotlandia ini seharusnya bertanding pada tanggal 24 Maret 2022 justru ditunda karena alasan keamanan imbas terdampak invasi Rusia ke Ukraina dan penundaan pertandingan babak play-off kualifikasi zona konfederasi UEFA ini masih belum diketahui tenggat waktu pelaksanaanya. Penundaan babak play-off konfederasi UEFA ini juga berdampak pada Wales yang telah lolos terlebih dahulu saat melawan Austria pada kualifikasi babak kedua. Alhasil, saat ini Wales harus menunggu calon lawan yang akan dihadapinya, entah itu Ukraina ataupun Skotlandia.

 Mengenai kondisi yang ada, apabila invasi Rusia ke Ukraina masih berlanjut hingga atau menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2022 tiba, maka skenario terburuknya adalah Ukraina terpaksa tidak bertanding menghadapi Skotlandia atau tidak lolos ke babak selanjutnya dan secara otomatis Skotlandia akan menghadapi Wales pada kualifikasi babak play-off jalur A zona konfederasi UEFA.

Pada pengundian grup ini, Qatar lolos otomatis berada di pot 1 karena statusnya sebagai tuan rumah bersama tim-tim unggulan peringkat teratas. Pembagian pot ini berdasarkan urutan ranking FIFA per tanggal 31 Maret 2022.

Grup A

No

Tim/Negara

Keterangan

1

 Qatar

2 Tim teratas (juara dan runner up grup) akan lolos ke babak gugur

2

 Ekuador

3

 Senegal

4

 Belanda

Grup B

No

Tim/Negara

Keterangan

1

 Inggris

2 Tim teratas (juara dan runner up grup) akan lolos ke babak gugur

2

 Iran

3

4

 Pemenang Jalur A UEFA

Grup C

No

Tim/Negara

Keterangan

1

 Argentina

2 Tim teratas (juara dan runner up grup) akan lolos ke babak gugur

2

 Arab Saudi

3

 Meksiko

4

 Polandia

Grup D

No

Tim/Negara

Keterangan

1

 Prancis

2 Tim teratas (juara dan runner up grup) akan lolos ke babak gugur

2

 Pemenang AFC–CONMEBOL

3

 Denmark

4

 Tunisia

Grup E

No

Tim/Negara

Keterangan

1

 Spanyol

2 Tim teratas (juara dan runner up grup) akan lolos ke babak gugur

2

 Pemenang CONCACAF–OFC

3

 Jerman

4

 Jepang

Grup F

No

Tim/Negara

Keterangan

1

 Belgia

2 Tim teratas (juara dan runner up grup) akan lolos ke babak gugur

2

 Kanada

3

 Maroko

4

 Kroasia

Grup G

No

Tim/Negara

Keterangan

1

 Brasil

2 Tim teratas (juara dan runner up grup) akan lolos ke babak gugur

2

 Serbia

3

 Swiss

4

 Kamerun

Grup H

No

Tim/Negara

Keterangan

1

 Portugal

2 Tim teratas (juara dan runner up grup) akan lolos ke babak gugur

2

 Ghana

3

 Uruguay

4


Logo turnamen diresmikan pada 3 September 2019 selama acara simultan di Menara Doha, Amfiteater Desa Budaya Katara, Msheireb Downtown Doha, dan Zubarah. Desain ini menyerupai simbol infinity dan angka "8", yang merefleksikan acara "interkoneksi" dan delapan stadion tuan rumah. Desain ini juga menggambarkan Trofi Turnamen, yang menyerupai selendang untuk menandakan penjadwalan musim dingin turnamen, dan ombak yang menyerupai bukit pasir gurun. Tipografi kata dalam logo menggabungkan Kashida (praktik memperpanjang bagian-bagian tertentu dari karakter dalam aksara Arab untuk memberikan penekanan tipografi).


Maskot Piala Dunia 2022 Qatar ini adalah sosok karakter periang serba putih yang bernama La'eeb. Nama La'eeb sendiri diambil dari kata Bahasa Arab yang memiliki arti kemampuan super. Maskot pada edisi Piala Dunia tahun ini sangat berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, tidak seperti biasanya yang mengambil konsep bentuk hewan, karakter fiksi atau apapun yang berkaitan dengan ikon dari negara tuan rumah peserta.

La'eeb berasal dari mascot-verse yang tidak terjelaskan. Jika diamati, La'eeb ini sekilas terlihat seperti kain penutup kepala pria kuffiyah khas negara-negara Jazirah Arab, namun ada juga yang berpendapat bentuknya seperti ikan pari, serta ada juga yang berpendapat mirip seperti tokoh animasi Casper. Namun terlepas dari itu, setiap penikmat sepak bola boleh menginterpretasi sesuai kemampuan mereka. Maskot ini mulai diperkenalkan bersamaan pada saat malam pengundian babak grup.

Sebagai penyemarak gelaran Piala Dunia, selaku badan tertinggi FIFA memilih lagu "Hayya Hayya" (Better Together) sebagai lagu resmi Piala Dunia 2022. Dalam lagu ini, penyanyi Qatar Aisha berkolaborasi dengan dua penyanyi Amerika Serikat, Davido dan Trinidad Cardona. Lagu ini dirilis pada hari Jumat, 1 April 2022 pada saat hari pengundian grup final-draw.