Piala Dunia FIFA 2022 adalah Piala Dunia FIFA ke-22 yang putaran finalnya berlangsung di Qatar. Ini adalah pertama kalinya Qatar menyelenggarakan turnamen ini. Turnamen sepak bola internasional empat tahunan yang diikuti oleh tim nasional sepak bola pria asosiasi anggota FIFA.
Turnamen
ini diselenggarakan di Qatar pada Tahun 2022. Ini akan menjadi Piala Dunia
pertama yang pernah diadakan di Timur Tengah dan yang pertama di negara mayoritas Muslim.
Piala Dunia 2022 ini juga akan menjadi Piala Dunia kedua yang diadakan
sepenuhnya di Asia setelah Piala Dunia FIFA 2002 di
Korea Selatan dan Jepang. Selain
itu, turnamen ini akan menjadi yang terakhir yang melibatkan 32 tim, pada
periode selanjutnya (yaitu pada Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara).
Ini juga akan menandai Piala Dunia pertama yang tidak
akan diadakan pada bulan Mei, Juni, atau Juli; Piala Dunia kali ini akan
dijadwalkan pada akhir November hingga pertengahan Desember. Piala Dunia kali
ini akan dimainkan dalam jangka waktu yang sekitar 28 hari, dengan final
diadakan pada 18 Desember 2022, yang juga merupakan Hari Nasional Qatar.
Tahapan
pemilihan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018 dan 2022 dimulai sejak Januari 2009,
di mana asosiasi nasional memiliki waktu hingga 2 Februari 2009 untuk
mendaftarkan diri. Pada awalnya, tujuh negara mengajukan penawaran untuk menjadi
tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018, tetapi Meksiko kemudian mengundurkan diri.
Penawaran Indonesia ditolak oleh FIFA pada Februari 2010 karena tidak adanya
dukungan tertulis dari pemerintah.Selama proses pemilihan, negara-negara
non-UEFA secara bertahap mundur dari pemilihan tuan rumah 2018, sementara
negara-negara UEFA mundur dari pemilihan tuan rumah 2022. Sehingga, tersisa
lima penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022: Australia,
Jepang, Qatar, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Dua puluh dua anggota Komite
Eksekutif FIFA bertemu di Zürich pada 2 Desember 2010 untuk memberikan suaranya
dalam memilih tuan rumah kedua turnamen tersebut.
Hasil
pemungutan suara secara lengkap adalah sebagai berikut:
|
Calon
tuan rumah |
Suara |
|||
|
Putaran I |
Putaran II |
Putaran III |
Putaran IV |
|
|
11 |
10 |
11 |
14 |
|
|
|
3 |
5 |
6 |
8 |
|
|
4 |
5 |
5 |
Tersingkir |
|
3 |
2 |
Tersingkir |
Tersingkir |
|
|
|
1 |
Tersingkir |
Tersingkir |
Tersingkir |
Pada
12 April 2018, CONMEBOL meminta agar FIFA menambah kuota Piala Dunia FIFA 2022
dari 32 menjadi 48 tim, untuk penyelenggaran Piala Dunia sebelum edisi 2026
akan direncanakan seperti sebelumnya. Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan
kesediaannya untuk mempertimbangkan permintaan tersebut. Namun, kongres FIFA
menolak permintaan tersebut sesaat sebelum dimulainya Piala Dunia FIFA 2018. Infantino
mengatakan badan pengatur sepak bola global tidak akan membahas kemungkinan
Piala Dunia yang beranggotakan 48 tim, dan bahwa mereka pertama-tama akan
membahas masalah tersebut dengan negara tuan rumah.
Pada
bulan Maret 2019, "studi kelayakan FIFA" menyimpulkan bahwa ada
kemungkinan untuk menambah kuota turnamen menjadi 48 tim, meskipun dengan
bantuan "satu atau lebih" negara lain dan "dua hingga empat
tempat tambahan." FIFA juga mengatakan bahwa "sementara itu tidak
dapat mengesampingkan tindakan hukum dari kehilangan hak tuan rumah dengan
mengubah format [turnamen], studi mengatakan 'menyimpulkan bahwa risikonya
rendah." FIFA dan Qatar kemungkinan akan memeriksa bersama proposal untuk
diajukan ke Dewan FIFA dan Kongres FIFA pada Juni 2019. Seandainya proposal
bersama diajukan, asosiasi anggota FIFA akan memberikan suara pada keputusan
akhir di Kongres FIFA ke-69 di Paris, Prancis pada 5 Juni 2019. Namun, pada 22
Mei 2019, FIFA mengumumkan tidak akan menambah kuota turnamen.
Untuk
pertama kalinya dalam sejarah, semua 210 anggota FIFA awalnya telah mengikuti
kualifikasi ini, semua tim nasional telah mendaftar untuk persiapan kompetisi
dan semua negara telah terbebas sanksi dari FIFA.
Proses
kualifikasi ini awalnya dimulai pada 6 Juni 2019 dengan pencetak gol pertama
yaitu Norjmoogiin Tsedenbal dari Timnas Mongolia. Tidak seperti periode
sebelumnya, periode Piala Dunia kali ini babak kualifikasi tidak akan diadakan
drawing oleh FIFA, melainkan diadakan oleh setiap Konfederasi masing-masing,
dikarenakan jadwal yang berbeda.
Proses
kualifikasi sempat mengalami kendala di tengah jalan. Kendala yang pertama,
pada 9 Desember 2019, Badan Anti-Doping Dunia melarang Rusia berlaga selama
empat tahun dari semua acara olahraga utama, setelah RUSADA ditemukan
melanggar, karena menyerahkan manipulasi data laboratorium kepada penyelidik. Setelah
tiga tahun berselang, FIFA memberi sanksi kepada Rusia karena alasan politis
terkait invasi Rusia ke Ukraina, dengan adanya sanksi ini maka Rusia dilarang
mengikuti semua kompetisi resmi FIFA dan dicoret dari porses kualifikasi Piala
Dunia edisi 2022.
Kendala
yang kedua, yaitu mulai merebaknya pandemi Covid-19 di seluruh dunia pada awal
tahun 2020-an. Akibatnya, banyak konfederasi yang memilih menunda pertandingan
kualifikasi dalam kurun beberapa bulan. Selain itu, karena dampak pandemi
Covid-19 ini, Timnas Korea Utara justru mengundurkan diri dari proses
kualifikasi zona konfederasi AFC, alasan pengunduran diri ini karena pimpinan
tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un ingin menjamin keselamatan dan kesehatan
para pemain Timnas Korea Utara yang menjadi bagian dari warga negaranya agar
tidak terjangkit virus Covid-19. Alih-alih mengundurkan diri karena hal
tersebut, justru Timnas Korea Utara dikeluarkan oleh FIFA pada kualifikasi
Piala Dunia edisi 2022.
Tidak
seperti konfederasi lainnya, Konfederasi Sepak Bola Oceania (OFC) justru
melakukan proses kualifikasi di luar wilayahnya, yaitu tepatnya di Doha, Qatar.
Setelah
beberapa bulan tertunda akibat pandemi covid-19, proses kualifikasi Piala Dunia
edisi 2022 dimulai kembali pada November 2021 dan prosesnya masih berlangsung
hingga berakhir pada bulan Juni 2022 mendatang.
Per
31 Maret 2022, sebanyak 29 tim nasional telah lolos kualifikasi untuk tampil di
putaran final, dengan 22 diantaranya pernah tampil pada edisi 2018. Qatar
satu-satunya tim penampil perdana pada putaran final Piala Dunia FIFA,
menjadikan mereka tim tuan rumah pertama dengan penampilan perdana sejak Italia
pada 1934. Putaran final 2022 menjadi edisi Piala Dunia FIFA untuk pertama
kalinya tanpa tim penampil perdana yang lolos lewat kualifikasi.
Kanada
kembali lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA setelah 36 tahun lamanya
semenjak penampilan perdana mereka pada edisi 1986. Sementara Belanda, Ekuador,
Ghana, Kamerun, dan Amerika Serikat tampil kembali ke putaran final setelah
absen 8 tahun semenjak penampilan terakhir mereka pada edisi 2014.
Untuk
yang kedua kalinya, tim unggulan Italia gagal lolos secara beruntun semenjak
Piala Dunia edisi 2018, kegagalan ini disebabkan karena takluk dari Makedonia
Utara 1-0 pada kualifikasi putaran pertama zona konfederasi UEFA. Namun, pada
akhirnya Makedonia Utara kalah 0-2 atas Portugal dan Portugal lolos ke putaran
kedua kualifikasi jalur C. Sama halnya dengan Italia, tim unggulan Chili juga
gagal lolos ke Piala Dunia karena jumlah poin yang mereka peroleh kurang cukup
berada di peringkat empat besar klasemen kualifikasi dari sepuluh negara tim
anggota zona konfederasi CONMEBOL.
Dua
tim juara dari jalur babak play-off antar konfederasi dan tim juara jalur A dari
konfederasi UEFA masih belum diketahui saat pengundian. Alasannya, untuk dua
tim juara dari jalur babak play-off antar konfederasi hasilnya akan diketahui
pada bulan Juni 2022 mendatang. Sedangkan untuk tim juara tersisa dari
konfederasi UEFA babak play-off jalur A masih belum diketahui, yang dimana
pertandingan kualifikasi Ukraina melawan Skotlandia ini seharusnya bertanding
pada tanggal 24 Maret 2022 justru ditunda karena alasan keamanan imbas
terdampak invasi Rusia ke Ukraina dan penundaan pertandingan babak play-off
kualifikasi zona konfederasi UEFA ini masih belum diketahui tenggat waktu
pelaksanaanya. Penundaan babak play-off konfederasi UEFA ini juga berdampak
pada Wales yang telah lolos terlebih dahulu saat melawan Austria pada
kualifikasi babak kedua. Alhasil, saat ini Wales harus menunggu calon lawan
yang akan dihadapinya, entah itu Ukraina ataupun Skotlandia.
Mengenai kondisi yang ada, apabila invasi Rusia ke Ukraina masih berlanjut hingga atau menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2022 tiba, maka skenario terburuknya adalah Ukraina terpaksa tidak bertanding menghadapi Skotlandia atau tidak lolos ke babak selanjutnya dan secara otomatis Skotlandia akan menghadapi Wales pada kualifikasi babak play-off jalur A zona konfederasi UEFA.
Pada
pengundian grup ini, Qatar lolos otomatis berada di pot 1 karena statusnya
sebagai tuan rumah bersama tim-tim unggulan peringkat teratas. Pembagian pot
ini berdasarkan urutan ranking FIFA per tanggal 31 Maret 2022.
Grup A
|
No |
Tim/Negara |
Keterangan |
|
1 |
2 Tim teratas (juara dan runner up
grup) akan lolos ke babak gugur |
|
|
2 |
||
|
3 |
||
|
4 |
Grup B
|
No |
Tim/Negara |
Keterangan |
|
1 |
2 Tim teratas (juara dan runner up
grup) akan lolos ke babak gugur |
|
|
2 |
||
|
3 |
||
|
4 |
Grup C
|
No |
Tim/Negara |
Keterangan |
|
1 |
2 Tim teratas (juara dan runner up
grup) akan lolos ke babak gugur |
|
|
2 |
||
|
3 |
||
|
4 |
Grup D
|
No |
Tim/Negara |
Keterangan |
|
1 |
2 Tim teratas (juara dan runner up
grup) akan lolos ke babak gugur |
|
|
2 |
||
|
3 |
||
|
4 |
Grup E
|
No |
Tim/Negara |
Keterangan |
|
1 |
2 Tim teratas (juara dan runner up
grup) akan lolos ke babak gugur |
|
|
2 |
||
|
3 |
||
|
4 |
Grup F
|
No |
Tim/Negara |
Keterangan |
|
1 |
2 Tim teratas (juara dan runner up
grup) akan lolos ke babak gugur |
|
|
2 |
||
|
3 |
||
|
4 |
Grup G
|
No |
Tim/Negara |
Keterangan |
|
1 |
2 Tim teratas (juara dan runner up
grup) akan lolos ke babak gugur |
|
|
2 |
||
|
3 |
||
|
4 |
Grup H
|
No |
Tim/Negara |
Keterangan |
|
1 |
2 Tim teratas (juara dan runner up
grup) akan lolos ke babak gugur |
|
|
2 |
||
|
3 |
||
|
4 |
Logo turnamen diresmikan pada 3 September 2019 selama acara simultan di Menara Doha, Amfiteater Desa Budaya Katara, Msheireb Downtown Doha, dan Zubarah. Desain ini menyerupai simbol infinity dan angka "8", yang merefleksikan acara "interkoneksi" dan delapan stadion tuan rumah. Desain ini juga menggambarkan Trofi Turnamen, yang menyerupai selendang untuk menandakan penjadwalan musim dingin turnamen, dan ombak yang menyerupai bukit pasir gurun. Tipografi kata dalam logo menggabungkan Kashida (praktik memperpanjang bagian-bagian tertentu dari karakter dalam aksara Arab untuk memberikan penekanan tipografi).
Maskot Piala Dunia 2022 Qatar ini adalah sosok karakter periang serba putih yang bernama La'eeb. Nama La'eeb sendiri diambil dari kata Bahasa Arab yang memiliki arti kemampuan super. Maskot pada edisi Piala Dunia tahun ini sangat berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, tidak seperti biasanya yang mengambil konsep bentuk hewan, karakter fiksi atau apapun yang berkaitan dengan ikon dari negara tuan rumah peserta.
La'eeb
berasal dari mascot-verse yang tidak terjelaskan. Jika diamati, La'eeb ini
sekilas terlihat seperti kain penutup kepala pria kuffiyah khas negara-negara
Jazirah Arab, namun ada juga yang berpendapat bentuknya seperti ikan pari,
serta ada juga yang berpendapat mirip seperti tokoh animasi Casper. Namun
terlepas dari itu, setiap penikmat sepak bola boleh menginterpretasi sesuai
kemampuan mereka. Maskot ini mulai diperkenalkan bersamaan pada saat malam
pengundian babak grup.
Sebagai penyemarak gelaran Piala Dunia, selaku badan tertinggi FIFA memilih lagu "Hayya Hayya" (Better Together) sebagai lagu resmi Piala Dunia 2022. Dalam lagu ini, penyanyi Qatar Aisha berkolaborasi dengan dua penyanyi Amerika Serikat, Davido dan Trinidad Cardona. Lagu ini dirilis pada hari Jumat, 1 April 2022 pada saat hari pengundian grup final-draw.

.jpg)
