For Your Information : 11/01/2011 - 12/01/2011

Iklan

Tuesday, November 22, 2011

Seikat Rasa Bangga Untuk Sang Garuda Muda

Langit mendung memayungi langit ibukota
Hujan pun turun seakan tak sungkan
Dengan merahnya pusat ibukota
Dengan berkumpulnya ribuan harapan
Untuk sang GARUDA MUDA

Kegaduhan pun turut menyambut perjuanganmu
Kegaduhan karena carut marutnya system
Bagai benang kusut yang sulit di urai
Dan bahkan nyawa pun melayang demi mengantarmu
Menuju sebuah tahta yang telah lama hilang

Menit awal peperangan kau menunjukkan Cakarmu
Walaupun pertengahan peperangan kau terkena taring dari sang harimau
Tapi itu tidak menyurutkan semangatmu
Untuk dapat merobek jala sang harimau kembali

Dan sampai pada suatu titik
Yang mana keberuntunganlah yang menentukan peperangan ini
Yaa.. akhirnya sang garuda pun diterkam sang harimau dikandangnya
Bermacam reaksi bermunculan kecewa, marah, sedih, dan rasa tak mengenakkan lainnya
Tapi dari semua itu ada seikat rasa bangga dari jutaan pasang mata
Rasa bangga atas usaha dalam bertempur, usaha dalam berperang selama ini
TERIMA KASIH GARUDA MUDA…

Saturday, November 5, 2011

26th SEA Games Indonesia

Sejarah Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara

Sea Games sebelumnya dikenal sebagai Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara atau SEAP Games. Pada tanggal 22 Mei 1958, delegasi dari negara-negara di semenanjung Asia Tenggara menghadiri Asian Games ke-3 di Tokyo, Jepang mengadakan pertemuan dan sepakat untuk membentuk sebuah organisasi olahraga.

Thailand, Burma (sekarang Myanmar), Malaya (sekarang Malaysia), Laos, Vietnam Selatan dan Kamboja (dengan Singapura termasuk sesudahnya) adalah anggota pendiri. Negara-negara ini sepakat untuk mengadakan pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara dua kali setahun. Komite Federasi SEAP Games dibentuk.

SEAP Games pertama diadakan di Bangkok 12-17 Desember 1959 yang terdiri lebih dari 527 atlet dan pelatih atau manajer dari Thailand, Burma, Malaya (sekarang Malaysia), Singapura, Vietnam dan Laos yang berpartisipasi dalam 12 cabang olahraga.

Pertandingan terakhir yang diadakan adalah Sea Games 2009 (berjalan 9-18 Desember) yang merupakan pertama kalinya diadakan diLaos. Saat yang sama juga diperingati perayaan ke 50 tahun SEA Games, di Vientiane, Laos. Tuan rumah berikutnya untuk Sea Games 2011 Tenggara adalah Indonesia. Pesta olahraga ini dimulai dan berkembang sebagian besar lancar sehingga pujian dan kesan baik diungkapkan oleh banyak atlet, pejabat olahraga dan pers- karena Laos dan negara yang tergabung di Asia Tenggara telah berhasil menjadi tuan rumah Sea Games.

26th SEA Games Jakarta-Palembang

SEA Games biasa dikenal sebagai Pesta Olahraga Negara - negara se-Asia Tenggara. Penyelenggaraan SEA Games kali ini adalah yang ke 26 kalinya dan akan dilaksanakan selama 11 hari terhitung sejak 11 November 2011 - 22 November 2011 di dua kota di Indonesia, Palembang dan Jakarta dan memperebutkan 542 medali emas dari seluruhnya 44 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Indonesia ditetapkan menjadi tuan rumah SEA Games 2011 pada saat Rapat Dewan Federasi SEA Games di Bangkok, Thailand 6 September 2006. Tahun ini adalah keempat kalinya Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga negara - negara Asia Tenggara setelah SEA Games X 1979, SEA Games XV 1987, dan SEA Games XIX 1997.

Sebagai kota penyelenggara utama, Palembang akan memusatkan pertandingan di Kompleks Olahraga Jaka Baring yang mencakup area seluas 45 ribu meter persegi dan juga di pusat olahraga Gelora Sriwijaya Palembang.

Di Jakarta, gelanggang pertandingan akan dipusatkan di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang merupakan stadion terbesar dan tertua di Indonesia. Stadion ini yang amat bersejarah bagi bangsa Indonesia dimana stadion memiliki kapasitas tempat duduk sekitar 88 ribu penonton. Di kawasan Gelora Bung Karno berdiri berbagai macam fasilitas untuk kegiatan olahraga, sebanyak 36 Venues, Politik, Bisnis, Rekreasi dan Pariwisata.

Panitia penyelenggara SEA Games atau yang biasa disingkat menjadi INASOC menyatakan ada empat kunci sukses yang harus dicapai selama pesta olahraga negara ? negara Asia Tenggara ini berlangsung, yakni sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses pewarisan dan yang tidak kalah pentingnya adalah sukses ekonomi kerakyatan.

Agar SEA Games dapat berkesan khususnya bagi negara Indonesia dan seluruh negara peserta. Logo yang ditetapkan untuk mewakili multi even ini adalah Burung Garuda dengan filosofi "Garuda Terbang di Atas Alam Indonesia". Sebagai lambang negara, Burung Garuda di ranah global dikenal luas dan langsung terasosiasikan dengan Indonesia.

INASOC juga memastikan akan membuat SEA Games 26 ini berkesan dengan memilih tanggal 11 November 2011 atau 11/11/11 untuk menggelar upacara pembukaan dan penutupan yang spektakuler di sepanjang tepian Sungai Musi dan bangunan bersejarah, Benteng Kuto Besak.

Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara (juga dikenal sebagai Sea Games), adalah peristiwa multi-olahraga dua tahunan yang melibatkan peserta dari 11 negara Asia Tenggara. Perayaan ini diatur di bawah peraturan Federasi Sea Games dengan pengawasan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia.

Tentang Panitia Penyelenggara Pesta Olahraga Negara - Negara Asia Tenggara ke - 26

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah diberi kepercayaan dengan Kehormatan menjadi tuan rumah SEA Games ke 26 oleh SEA Games Federation (SEAGF), sehingga wajib untuk memastikan bahwa SEA Games ke 26 terselenggara sesuai dengan aturan yang diberlakukan dalam SEAGF Charter.

KOI mendelegasikan tugas yang telah dipercayakan kepada Panitia Pelaksana yang dinamakan Indonesia South East Asian Games Organizing Committee (INASOC), yang mana Panitia Pelaksana ini dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia.

Dewan Eksekutif INASOC eksekutif meliputi anggota SEAGF di dalam negeri, Ketua Umum dan Sekjen KOI, serta anggota yang ditunjuk oleh kota penyelenggara, yaitu DKI Jakarta dan Sumatera Selatan. Keanggotaan INASOC juga mencakup perwakilan dari otoritas publik dan tokoh-tokoh professional terkemuka lainnya. Dengan demikian INASOC telah berkembang menjadi suatu entitas administratif besar yang mempekerjakan ratusan orang.

Fungsi INASOC:
  1.   Bertanggung jawab atas pengorganisasian dan pementasan SEA Games ke 26;
  2.  Menentukan hal-hal penting yang terkait dengan pengorganisasian SEA Games ke 26;
  3. Merancang dan melaksanakan persiapan SEA Games ke 26;
  4. Mengawasi dan mengevaluasi kemajuan dan kinerja proyek-proyek serta kerja tim di setiap tahap persiapan;
  5. Merekrut, mengelola dan melatih tenaga kerja, termasuk relawan;
  6. Persiapan koordinasi dengan SEA Games Federation, International Federations, Asian Federations, serta melaporkan secara berkala kemajuan yang telah dicapai 
  7. Memberikan laporan kemajuan berkala kepada Kementerian Olahraga dan Pemuda Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang, dan Pemerintah Kota DKI Jakarta.
Visi, Misi, Tujuan Dan Prinsip

Visi:

Sukses Prestasi, Sukses Penyelenggaraan, Sukses Pewarisan, Sukses Ekonomi

Misi:

Memajukan Semangat Olimpiade dan mempromosikan Gerakan Olimpiade di negara-negara Asia Tenggara, meningkatkan solidaritas, persahabatan dan pertukaran kebudayaan antar negara-negara Asia Tenggara, serta berkontribusi terhadap pembentukan hubungan negara-negara Asia Tenggara yang harmonis.

Tujuan:

  1. Menjadi tuan rumah dari acara yang bermanfaat dan menarik, sekaligus menjadi salah satu kegiatan olahraga terbaik yang menunjukkan karakteristik serta pesona budaya Indonesia, melalui penyampaian perencanaan yang efisien dan efektif dalam pengorganisasian, gelanggang dan fasilitas yang memiliki nilai seni, pelayanan yang ramah dan berorientasi pada pelanggan, serta lingkungan yang mendukung bagi seluruh peserta SEA Games. 
  2. Menunjukkan prestasi dalam pembangunan sosial-ekonomi kota Jakarta dan Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, DKI Jakarta dan Indonesia secara umumnya.
  3. Menunjukkan sisi-sisi keanekaragaman budaya Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.
  4. Menunjukkan keramahtamahan Indonesia kepada negara-negara Asia Tenggara dan dunia.
  5. Mempercepat pembangun
    Prinsip:

    1. Menjalankan amanat Konstitusi dan Aturan Federasi SEA Games, serta memenuhi kontrak sebagai negara penyelenggara.
    2. Membangun dan memelihara komunikasi serta kerjasama yang erat dengan Federasi SEA Games, danDewan Olimpiade Asia (OCA).
    3. Memelihara komitmen keterlibatan pemerintah, dunia profesional dan masyarakat luas.
    4. Memaksimalkan pemanfaatan pasca SEA Games, tempat dan fasilitas, serta menciptakan warisan untukmencapai pembangunan berkelanjutan.
    5. Menekankan pentingnya promosi dan pemasaran SEA Games.
    6. Pembiayaan yang efektif dan jujur.
      LOGO SEA Games

      Menjadi tuan rumah SEA Games 2011 memiliki arti kerja keras bagi Indonesia. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menjemput sukses di pesta olahraga negara - negara Asia Tenggara ini.

      Selain memilih tanggal cantik 11 November 2011 atau 11/11/11 untuk ditetapkan sebagai hari upacara pembukaan, panitia penyelenggara juga menyiapkan berbagai upaya agar SEA Games dapat berkesan khususnya bagi negara Indonesia dan seluruh negara peserta.

      Membangun kesan ini salah satunya dilakukan dengan menetapkan logo yang melukiskan Burung Garuda dengan filosofi “Garuda Terbang di Atas Alam Indonesia”. Sebagai lambang negara, Burung Garuda di ranah global dikenal luas dan langsung terasosiasikan dengan Indonesia.

      Logo Garuda ini diperkenalkan secara resmi 15 Januari 2011 pada acara kick off 300 Hari Menjelang SEA Games di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Secara fisik, Burung Garuda melambangkan kekuatan dan kepak sayapnya merepresentasikan kemegahan atau kejayaan.

      Pada logo tersebut, bagian kepala diberi guratan warna merah perlambang keberanian, semangat juang, semangat bertanding yang juga mencerminkan nasionalisme. Tarikan guratan hijau berbentuk gunung melambangkan alam pegunungan Indonesia dan guratan gelombang warna biru melambangkan samudera nusantara.

      Konsepnya, Burung Garuda yang perkasa bak sosok pengayom dan pelindung; terbang tinggi di atas bumi Pertiwi yang kaya akan sumber daya alam hutan, gunung, serta bahari.

      Semangat inilah yang kiranya mampu menginspirasi atlet Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Bangga akan negeri sendiri dan secara sportif bertanding dengan negara – negara sahabat. Sebelas lingkaran kecil berwarna jingga yang membentuk lingkaran besar menyerupai kelopak adalah representasi dari 11 negara peserta.

      Mascot

      Komodo hidup dan berkembang di wilayah Kepulauan Timur Indonesia selama jutaan tahun, namun demikian keberadaan Komodo baru diketahui umat manusia kira 100 tahun yang lalu.

      Bisa tumbuh hingga panjang 3 meter dengan berat sekitar 130an kg, Komodo adalah kadal terbesar yang hidup di bumi. Komodo memiliki cirri khas kepala rata dengan hidung bundar, kulit kasar, kaki tertekuk, dan buntut panjang dan berotot.

      Populasi komodo stabil di bilangan 3000 hingga 5000 di wilayah Pulau Komodo, Gila motang, Rinca, dan Flores. Namun kesulitan Komodo betina dalam mengeram telurnya, penyelundupan, gangguan manusia, dan bencana alam mengakibatkan satwa ini mengalami kepunahan.

      Atas dasar Komodo adalah satwa langka dunia dan juga merupakan kebanggaan Indonesia, Modo dan Modi, figure mascot resmi SEA Games 2011 ini dikembangkan. Modo dan Modi sebagai mascot resmi SEA Games 2011 mempunyai kepribadian pekerja keras, jujur, adil, ramah, bersahabat, dan sportif. Sifat Modo dan modi yang serba positif dan mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia ini diharapkan dapat melestarikan keharmonisan kerjasama dan persahabatan sesama negara peserta SEA Games.

      Measured Sports





      Thursday, November 3, 2011

      Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiry

      Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry berguru kepada Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Almasyhur (mufti Dhiyar Hadramaut). Setelah itu, beliau pergi ke Seiwun untuk belajar kepada Al-Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi selama 4 bulan. Kemudian beliau melanjutkan perjalanan ke kota Makkah dan belajar dari para ulama di kota tersebut selama 4 tahun.

      Dalam sehari, tidak kurang dari 12 mata pelajaran yang dipelajari oleh beliau, diantaranya Nahwu, Tafsir, Fiqih, Tauhid dll. Seusai belajar, beliau pergi ke Multazam dan berdoa disana, “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu agar ilmuku dapat bermanfaat bagi seluruh penjuru dunia dari timur hingga ke barat”. Dan Allah akhirnya mengabulkan doa beliau. Setelah beliau menamatkan pelajarannya, beliau kembali pulang ke kota Tarim dan mengajar di Rubath Tarim selama 50 tahun.

      Rubath Tarim

      Rubath Tarim adalah rubath yang tertua di Hadramaut dan terletak di kota Tarim. Rubath ini usianya mencapai 118 tahun. Asy-Syeikh Abubakar Bin Salim yang hidup jauh sebelum masa Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry setiap kali pergi ke kota Tarim, beliau selalu berhenti di suatu tanah sambil berkata, “Tanah ini nantinya akan menjadi sebuah Rubath…”.

      Benarlah apa dikatakan oleh beliau, diatas tanah itu akhirnya terbangunlah Rubath Tarim. Dikatakan di sebagian riwayat bahwa 2 wali min Auliyaillah Al-Faqih Al-Muqaddam dan Asy-Syeikh Abubakar Bin Salim selalu menjaga Rubath Tarim. Juga dikatakan bahwa setiap harinya arwah para auliya turut menghadiri majlis-majlis taklim di Rubath.

      Murid-Murid Beliau

      Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry memiliki banyak murid yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Tidak kurang dari 13.000 ulama tercatat sebagai alumni Rubath (ma’had/ponpes) Tarim yang diasuh oleh beliau. Bahkan riwayat lain menyebutkan lebih dari 500.000 ulama pernah belajar dari beliau. Al-Habib Alwi bin Muhammad bin Thohir Alhaddad sempat berkata, “Tidak pernah aku masuk ke suatu desa, kota atau tempat lainnya, kecuali aku dapatkan bahwa ulama-ulama di tempat tersebut adalah murid dari Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry atau murid dari murid beliau”.

      Sebagian ulama alumni Rubath pimpinan Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry diantaranya adalah :

      Di Hadramaut

      Al-Habib Ahmad bin Abdurrahman Bin Syeikh Abubakar

      Beliau adalah pimpinan Rubath Syihr. Setelah beliau wafat, dilanjutkan oleh Al-Habib Kazhim bin Ja’far bin Muhammad Assegaf. Semasa belajar di Rubath Tarim, beliau Al-Habib Ahmad belum pernah tidur. Tempat tidur beliau selalu kosong dan rapi dan hal ini berlangsung selama 10 tahun.

      Al-Habib Muhammad bin Abdullah Alhaddar

      Beliau belajar kepada Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry selama 4 tahun. Semasa belajar, beliau selalu menghafal pelajaran di pinggiran atap (balkon) Rubath Tarim. Beliau pernah berkata, “Kalau saya masih mau hidup, saya harus menghafalkan pelajaran dan tidak boleh tidur”. Kalau hendak tidur, beliau selalu mengikat kakinya dengan tali dan diikatkan ke jendela kecil. Beliau hanya tidur selama beberapa jam. Sisanya dipergunakan untuk mendalami ilmu agama. Jika waktunya bangun, Al-Habib Alwi bin Abdullah Bin Syahab menarik tali yang terikat di kaki Al-Habib Muhammad sambil berseru, “Wahai Muhammad, bangunlah…!”, lalu terbangunlah beliau. Itulah sebagian mujahadah beliau sewaktu belajar di Rubath Tarim.

      Al-Habib Hasan bin Ismail Alhamid

      Beliau adalah pimpinan Rubath Inat. Di Rubath Tarim beliau belajar selama beberapa tahun, lalu beliau diperintahkan oleh Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry untuk membuka Rubath di kota Inat. Sampai sekarang Rubath Inat terus berkembang dan berkembang.

      Di Indonesia

      Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfagih.

      Beliau adalah seorang wali Qutub dan pimpinan Ma’had Darul Hadits Malang. Dari sebagian murid beliau diantaranya putera beliau sendiri Al-Habib Abdullah, Al-Habib Salim bin Ahmad Bin Jindan dll.

      Al-Habib Abdullah bin Husin Al-’Attas As-Syami

      Beliau seorang wali min auliyaillah dan tinggal di Jakarta.

      Al-Habib Abdullah bin Ahmad Alkaf

      Beliau tinggal di kota Tegal. Beliau adalah ayah dari Ustadz Thohir Alkaf, seorang dai yang melanjutkan tongkat estafet dakwah ayahnya.

      Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Alkaf

      Beliau adalah pengarang kitab Sullamut Taysir.
      dan masih banyak lagi anak didik beliau Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry yang tak dapat ditulis satu persatu. Putera beliau Al-Habib Salim pernah ditanya oleh seseorang, “Kenapa Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry tidak mengarang kitab sebagaimana umumnya para ulama ?”. Beliau Al-Habib Salim menjawab, “Beliau tidak mengarang kitab, tapi mencetak ulama-ulama”.

      Beliau RA dilahirkan pada bulan Romadhon tahun 1290 H di kota Tarim Al-Ghonna, tepatnya di sebelah Rubath Tarim. Beliau hidup dan tumbuh di lingkungan kalangan kaum Sholihin.

      Nasab Beliau

      Abdullah bin Umar bin Ahmad bin Umar bin Ahmad bin Umar bin Ahmad bin Ali bin Husin bin Muhammad bin Ahmad bin Umar bin Alwi Asy-Syathiry bin Al-Faqih Ali bin Al-Qadhi Ahmad bin Muhammad Asaadullah bin Hasan At-Turabi bin Ali bin Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali dan terus bersambung hingga sampai dengan datuk beliau yang termulia Rasululloh SAW.

      Garis nasab beliau adalah pohon nasab yang penuh petunjuk dan hidayah. Sebagaimana yang telah diisyaratkan dalam perkataan Al-Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad :

      “Mereka mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabatnya
      serta para tabi’in maka berjalanlah kamu dan ikutilah mereka
      Mereka berjalan menuju suatu jalan kemuliaan
      generasi demi generasi dengan begitu kokohnya”

      Nasab Ibu Dan Ayah beliau

      Adapun nasab ibu beliau yang sholihah afifah adalah Nur binti Umar bin Abdullah bin Husin bin Syihabuddin.
      Ayah beliau adalah Al-Habib Umar bin Ahmad bin Umar Asy-Syathiry. Beliau Al-Habib Umar meninggal di kota Tarim pada tanggal 2 atau 4 Syawal 1350 H. Beliau adalah merupakan salah seorang pembesar kota Tarim yang terpandang, kaya raya, jenius dan pendapat-pendapatnya jitu dan diikuti.

      Al-Habib Umar mempunyai andil yang cukup besar didalam mendidik anak-anaknya, memerintahkan mereka untuk menuntut ilmu dan menyebarluaskannya dalam dakwah fisabilillah. Kemuliaan dan keutamaan beliau yang terbesar adalah didalam mendidik dan mendorong putra-putranya agar menjadi orang besar serta kemampuan keuangannya didalam mencukupi putra-putranya.

      Masa Belajar Beliau

      Ketika Al-Habib Abdulloh bin Umar Asy-Syathiry mencapai usia tamyiz (mampu makan, minum dan istinja’ tanpa dibantu orang lain), beliau diperintahkan oleh ayah dan kakeknya untuk mempelajari ilmu agama, yaitu belajar kitab Syeikh Barasyid. Beliau kemudian belajar membaca dan menulis serta membaca Al-Qur’an kepada 2 orang ulama yang paling terkemuka di jaman itu. Mereka adalah Syeikh Muhammad bin Sulaiman Bahalmi dan putranya Syeikh Abdurrahman. Setelah tamat belajar pada Syeikh Muhammad dan putranya, beliau yang masih kecil pada saat itu mengatur waktu belajarnya sendiri di qubah Al-Habib Abdullah bin Syeikh Alaydrus.

      Teman akrab beliau saat belajar di qubah Al-Habib Abdullah bin Syeikh Alaydrus adalah Al-Habib Abdul Bari’ bin Syeikh Alaydrus. Begitu dekat hubungan antara keduanya hingga Habib Abdul Bari Alaydrus berkata, “Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry benar-benar belajar denganku di qubah Al-Habib Abdullah bin Syeikh Alaydrus”.

      Guru beliau yang mengajar disana waktu itu adalah Syihabuddin (lentera agama) Habib Ahmad bin Muhammad bin Abdullah Alkaf. Habib Ahmad adalah orang yang sangat takwa. Selain Habib Ahmad Alkaf, guru beliau yang lain waktu itu adalah Al-Habib Syeikh bin Idrus bin Muhammad Alaydrus yang terkenal dengan selalu memakai pakaian yang terbaik. Beliau belajar dari kedua guru tersebut dalam bidang fiqih dan tasawuf, hingga beliau hafal beberapa juz Al-Qur’an. Beliau memiliki semangat belajar yang tinggi dan selalu mencurahkan waktunya untuk mendalami ilmu agama.

      Setelah belajar dari kedua guru beliau tersebut, Al-Habib Abdullah Asy-Syathiry melanjutkan belajar kepada Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Almasyhur Mufti Dhiyar (pengarang kitab Bughyatul Murtarsyidin) dan juga belajar kepada Al-Habib Al-’Allamah penyebar bendera dakwah Al-Habib Alwi bin Abdurrahman bin Abubakar Almasyhur. Selain itu beliau juga mempelajari dari para ulama yang tinggal di kota Tarim ilmu-ilmu agama seperti fiqih, tafsir, hadits, tasawuf, mantiq (kalam) dan lain-lain.

      Antusias beliau seakan tak pernah surut untuk semakin memperdalam ilmu agama. Untuk itu beliau pergi ke kota Seiwun. Disana beliau belajar kepada Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husin Alhabsyi (pengarang maulud Simthud Duror) selama 4 bulan. Meskipun tak seberapa lama, beliau benar-benar memanfaatkan waktu dan mengaturnya dengan baik, sehingga dengan waktu yang sedikit tersebut dapat menghasilkan ilmu yang lebih banyak dari yang beliau dapatkan sebelumnya. Selain itu beliau juga belajar kepada saudara Al-Habib Ali, yaitu Al-Habib Alwi bin Ali Miuhammad bin Husin Alhabsyi.

      Setelah menamatkan pelajarannya, beliau kembali ke kota Tarim. Beliau tidak pernah merasa cukup untuk menuntut ilmu. Himmah (keinginan kuat) beliau untuk belajar tak pernah pudar, bahkan semakin bertambah, sehingga beliau dapat menghafalkan banyak matan terutama dalam ilmu fiqih seperti matan Al-Irsyad yang beliau hafalkan sampai bab Syuf’ah.

      Demikianlah secuil manaqib yang diambil dari lautan kemuliaan beliau. Semoga bermanfaat bagi kita yang senantiasa mengharapkan kesempurnaan dan kemuliaan.


      Wallahu a'lam.