For Your Information : 26th SEA Games Indonesia

Iklan

Saturday, November 5, 2011

26th SEA Games Indonesia

Sejarah Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara

Sea Games sebelumnya dikenal sebagai Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara atau SEAP Games. Pada tanggal 22 Mei 1958, delegasi dari negara-negara di semenanjung Asia Tenggara menghadiri Asian Games ke-3 di Tokyo, Jepang mengadakan pertemuan dan sepakat untuk membentuk sebuah organisasi olahraga.

Thailand, Burma (sekarang Myanmar), Malaya (sekarang Malaysia), Laos, Vietnam Selatan dan Kamboja (dengan Singapura termasuk sesudahnya) adalah anggota pendiri. Negara-negara ini sepakat untuk mengadakan pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara dua kali setahun. Komite Federasi SEAP Games dibentuk.

SEAP Games pertama diadakan di Bangkok 12-17 Desember 1959 yang terdiri lebih dari 527 atlet dan pelatih atau manajer dari Thailand, Burma, Malaya (sekarang Malaysia), Singapura, Vietnam dan Laos yang berpartisipasi dalam 12 cabang olahraga.

Pertandingan terakhir yang diadakan adalah Sea Games 2009 (berjalan 9-18 Desember) yang merupakan pertama kalinya diadakan diLaos. Saat yang sama juga diperingati perayaan ke 50 tahun SEA Games, di Vientiane, Laos. Tuan rumah berikutnya untuk Sea Games 2011 Tenggara adalah Indonesia. Pesta olahraga ini dimulai dan berkembang sebagian besar lancar sehingga pujian dan kesan baik diungkapkan oleh banyak atlet, pejabat olahraga dan pers- karena Laos dan negara yang tergabung di Asia Tenggara telah berhasil menjadi tuan rumah Sea Games.

26th SEA Games Jakarta-Palembang

SEA Games biasa dikenal sebagai Pesta Olahraga Negara - negara se-Asia Tenggara. Penyelenggaraan SEA Games kali ini adalah yang ke 26 kalinya dan akan dilaksanakan selama 11 hari terhitung sejak 11 November 2011 - 22 November 2011 di dua kota di Indonesia, Palembang dan Jakarta dan memperebutkan 542 medali emas dari seluruhnya 44 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Indonesia ditetapkan menjadi tuan rumah SEA Games 2011 pada saat Rapat Dewan Federasi SEA Games di Bangkok, Thailand 6 September 2006. Tahun ini adalah keempat kalinya Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga negara - negara Asia Tenggara setelah SEA Games X 1979, SEA Games XV 1987, dan SEA Games XIX 1997.

Sebagai kota penyelenggara utama, Palembang akan memusatkan pertandingan di Kompleks Olahraga Jaka Baring yang mencakup area seluas 45 ribu meter persegi dan juga di pusat olahraga Gelora Sriwijaya Palembang.

Di Jakarta, gelanggang pertandingan akan dipusatkan di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang merupakan stadion terbesar dan tertua di Indonesia. Stadion ini yang amat bersejarah bagi bangsa Indonesia dimana stadion memiliki kapasitas tempat duduk sekitar 88 ribu penonton. Di kawasan Gelora Bung Karno berdiri berbagai macam fasilitas untuk kegiatan olahraga, sebanyak 36 Venues, Politik, Bisnis, Rekreasi dan Pariwisata.

Panitia penyelenggara SEA Games atau yang biasa disingkat menjadi INASOC menyatakan ada empat kunci sukses yang harus dicapai selama pesta olahraga negara ? negara Asia Tenggara ini berlangsung, yakni sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses pewarisan dan yang tidak kalah pentingnya adalah sukses ekonomi kerakyatan.

Agar SEA Games dapat berkesan khususnya bagi negara Indonesia dan seluruh negara peserta. Logo yang ditetapkan untuk mewakili multi even ini adalah Burung Garuda dengan filosofi "Garuda Terbang di Atas Alam Indonesia". Sebagai lambang negara, Burung Garuda di ranah global dikenal luas dan langsung terasosiasikan dengan Indonesia.

INASOC juga memastikan akan membuat SEA Games 26 ini berkesan dengan memilih tanggal 11 November 2011 atau 11/11/11 untuk menggelar upacara pembukaan dan penutupan yang spektakuler di sepanjang tepian Sungai Musi dan bangunan bersejarah, Benteng Kuto Besak.

Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara (juga dikenal sebagai Sea Games), adalah peristiwa multi-olahraga dua tahunan yang melibatkan peserta dari 11 negara Asia Tenggara. Perayaan ini diatur di bawah peraturan Federasi Sea Games dengan pengawasan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia.

Tentang Panitia Penyelenggara Pesta Olahraga Negara - Negara Asia Tenggara ke - 26

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah diberi kepercayaan dengan Kehormatan menjadi tuan rumah SEA Games ke 26 oleh SEA Games Federation (SEAGF), sehingga wajib untuk memastikan bahwa SEA Games ke 26 terselenggara sesuai dengan aturan yang diberlakukan dalam SEAGF Charter.

KOI mendelegasikan tugas yang telah dipercayakan kepada Panitia Pelaksana yang dinamakan Indonesia South East Asian Games Organizing Committee (INASOC), yang mana Panitia Pelaksana ini dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia.

Dewan Eksekutif INASOC eksekutif meliputi anggota SEAGF di dalam negeri, Ketua Umum dan Sekjen KOI, serta anggota yang ditunjuk oleh kota penyelenggara, yaitu DKI Jakarta dan Sumatera Selatan. Keanggotaan INASOC juga mencakup perwakilan dari otoritas publik dan tokoh-tokoh professional terkemuka lainnya. Dengan demikian INASOC telah berkembang menjadi suatu entitas administratif besar yang mempekerjakan ratusan orang.

Fungsi INASOC:
  1.   Bertanggung jawab atas pengorganisasian dan pementasan SEA Games ke 26;
  2.  Menentukan hal-hal penting yang terkait dengan pengorganisasian SEA Games ke 26;
  3. Merancang dan melaksanakan persiapan SEA Games ke 26;
  4. Mengawasi dan mengevaluasi kemajuan dan kinerja proyek-proyek serta kerja tim di setiap tahap persiapan;
  5. Merekrut, mengelola dan melatih tenaga kerja, termasuk relawan;
  6. Persiapan koordinasi dengan SEA Games Federation, International Federations, Asian Federations, serta melaporkan secara berkala kemajuan yang telah dicapai 
  7. Memberikan laporan kemajuan berkala kepada Kementerian Olahraga dan Pemuda Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang, dan Pemerintah Kota DKI Jakarta.
Visi, Misi, Tujuan Dan Prinsip

Visi:

Sukses Prestasi, Sukses Penyelenggaraan, Sukses Pewarisan, Sukses Ekonomi

Misi:

Memajukan Semangat Olimpiade dan mempromosikan Gerakan Olimpiade di negara-negara Asia Tenggara, meningkatkan solidaritas, persahabatan dan pertukaran kebudayaan antar negara-negara Asia Tenggara, serta berkontribusi terhadap pembentukan hubungan negara-negara Asia Tenggara yang harmonis.

Tujuan:

  1. Menjadi tuan rumah dari acara yang bermanfaat dan menarik, sekaligus menjadi salah satu kegiatan olahraga terbaik yang menunjukkan karakteristik serta pesona budaya Indonesia, melalui penyampaian perencanaan yang efisien dan efektif dalam pengorganisasian, gelanggang dan fasilitas yang memiliki nilai seni, pelayanan yang ramah dan berorientasi pada pelanggan, serta lingkungan yang mendukung bagi seluruh peserta SEA Games. 
  2. Menunjukkan prestasi dalam pembangunan sosial-ekonomi kota Jakarta dan Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, DKI Jakarta dan Indonesia secara umumnya.
  3. Menunjukkan sisi-sisi keanekaragaman budaya Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.
  4. Menunjukkan keramahtamahan Indonesia kepada negara-negara Asia Tenggara dan dunia.
  5. Mempercepat pembangun
    Prinsip:

    1. Menjalankan amanat Konstitusi dan Aturan Federasi SEA Games, serta memenuhi kontrak sebagai negara penyelenggara.
    2. Membangun dan memelihara komunikasi serta kerjasama yang erat dengan Federasi SEA Games, danDewan Olimpiade Asia (OCA).
    3. Memelihara komitmen keterlibatan pemerintah, dunia profesional dan masyarakat luas.
    4. Memaksimalkan pemanfaatan pasca SEA Games, tempat dan fasilitas, serta menciptakan warisan untukmencapai pembangunan berkelanjutan.
    5. Menekankan pentingnya promosi dan pemasaran SEA Games.
    6. Pembiayaan yang efektif dan jujur.
      LOGO SEA Games

      Menjadi tuan rumah SEA Games 2011 memiliki arti kerja keras bagi Indonesia. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menjemput sukses di pesta olahraga negara - negara Asia Tenggara ini.

      Selain memilih tanggal cantik 11 November 2011 atau 11/11/11 untuk ditetapkan sebagai hari upacara pembukaan, panitia penyelenggara juga menyiapkan berbagai upaya agar SEA Games dapat berkesan khususnya bagi negara Indonesia dan seluruh negara peserta.

      Membangun kesan ini salah satunya dilakukan dengan menetapkan logo yang melukiskan Burung Garuda dengan filosofi “Garuda Terbang di Atas Alam Indonesia”. Sebagai lambang negara, Burung Garuda di ranah global dikenal luas dan langsung terasosiasikan dengan Indonesia.

      Logo Garuda ini diperkenalkan secara resmi 15 Januari 2011 pada acara kick off 300 Hari Menjelang SEA Games di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Secara fisik, Burung Garuda melambangkan kekuatan dan kepak sayapnya merepresentasikan kemegahan atau kejayaan.

      Pada logo tersebut, bagian kepala diberi guratan warna merah perlambang keberanian, semangat juang, semangat bertanding yang juga mencerminkan nasionalisme. Tarikan guratan hijau berbentuk gunung melambangkan alam pegunungan Indonesia dan guratan gelombang warna biru melambangkan samudera nusantara.

      Konsepnya, Burung Garuda yang perkasa bak sosok pengayom dan pelindung; terbang tinggi di atas bumi Pertiwi yang kaya akan sumber daya alam hutan, gunung, serta bahari.

      Semangat inilah yang kiranya mampu menginspirasi atlet Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Bangga akan negeri sendiri dan secara sportif bertanding dengan negara – negara sahabat. Sebelas lingkaran kecil berwarna jingga yang membentuk lingkaran besar menyerupai kelopak adalah representasi dari 11 negara peserta.

      Mascot

      Komodo hidup dan berkembang di wilayah Kepulauan Timur Indonesia selama jutaan tahun, namun demikian keberadaan Komodo baru diketahui umat manusia kira 100 tahun yang lalu.

      Bisa tumbuh hingga panjang 3 meter dengan berat sekitar 130an kg, Komodo adalah kadal terbesar yang hidup di bumi. Komodo memiliki cirri khas kepala rata dengan hidung bundar, kulit kasar, kaki tertekuk, dan buntut panjang dan berotot.

      Populasi komodo stabil di bilangan 3000 hingga 5000 di wilayah Pulau Komodo, Gila motang, Rinca, dan Flores. Namun kesulitan Komodo betina dalam mengeram telurnya, penyelundupan, gangguan manusia, dan bencana alam mengakibatkan satwa ini mengalami kepunahan.

      Atas dasar Komodo adalah satwa langka dunia dan juga merupakan kebanggaan Indonesia, Modo dan Modi, figure mascot resmi SEA Games 2011 ini dikembangkan. Modo dan Modi sebagai mascot resmi SEA Games 2011 mempunyai kepribadian pekerja keras, jujur, adil, ramah, bersahabat, dan sportif. Sifat Modo dan modi yang serba positif dan mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia ini diharapkan dapat melestarikan keharmonisan kerjasama dan persahabatan sesama negara peserta SEA Games.

      Measured Sports





      No comments: